Pemkot Tangerang Tingkatkan Upaya Percepatan Pembangunan Pangan dan Gizi

Pemkot tangerang
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Sugiharto Ahmad Bagja. [Istimewa]

LenteraPublik.com, TANGERANG – Dalam rangka melaksanakan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengamanatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menyusun rencana aksi pangan dan gizi. Adapun penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta tata cara pelaporan rencana aksi pangan dan gizi diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi (KSPG).

Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kota Tangerang Tahun 2021-2023 ini merupakan dokumen yang disusun terkait pangan dan gizi melalui pendekatan multisektor dan lintas stakeholder. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Sugiharto Ahmad Bagja.

Ia menjelaskan penyusunan dokumen ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dan stakeholder lainnya dalam upaya peningkatan pembangunan pangan dan gizi di Kota Tangerang. Untuk meningkatkan ketersediaan, distribusi, kemampuan akses serta konsumsi pangan yang berdampak pada peningkatan status gizi dan kesehatan masyarakat.

“Secara umum penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Kota Tangerang Tahun 2021-2023 bertujuan sebagai pedoman dan arahan bagi multisektor dan lintas stakeholder baik OPD, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, organisasi non pemerintah, institusi masyarakat dan pelaku lain di Kota Tangerang untuk berpartisipasi aktif serta meningkatkan kontribusinya dalam upaya mewujudkan percepatan pembangunan bidang pangan gizi di Kota Tangerang,” ujar pria yang akrab disapa Ugi ini, Selasa (9/11/2021).

Secara khusus penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi  Kota Tangerang Tahun 2021-2023 dimaksudkan melalui beberapa point. Ada empat point utama dalam penyusunan pelaksanaan program ini.

“Pertama meningkatkan pemahaman dan komitmen seluruh pemangku kepentingan yang berdampak pada peran stakeholders terkait dan masyarakat dalam percepatan pembangunan bidang pangan dan gizi,” ucapnya.

Sedangkan yang kedua meningkatkan koordinasi percepatan pembangunan bidang pangan dan gizi secara inklusif untuk diimplementasikan secara terinci. Untuk membangun keterpaduan dan sinergi yang optimal, pemantauan serta evaluasi atas pelaksanaan bidang tugas masing-masing guna percepatan pembangunan pangan dan gizi yang berkelanjutan.

“Untuk yang ketiga meningkatkan kapasitas kelembagaan di setiap level kewenangan sehingga mampu menentukan prioritas masalah  pangan dan gizi baik secara substansi maupun kewilayahan, intervensi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan lokal. Serta pemantauan dan evaluasi pembangunan pangan dan gizi secara berkelanjutan,” kata Ugi.

Sementara itu di point terakhir yakni mengintegrasikan dan menyelaraskan perencanaan pangan dan gizi  daerah/Kabupaten/Kota melalui koordinasi program dan kegiatan multisektoral. (adv)

(Visited 41 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*